Musibah Pembangunan Tol Becakayu

konsultaninfrastruktur.com – Pada tanggal 20 februari 2018 pada jam 3 pagi terjadi musibah pada proyek tol becakayu dimana pada saat pengecoran pearhead mengalami kegagalan. Formwork tidak dapat menahan siraman beton sehingga ambruk menimpa tujuh pekerja dibawahnya. Kejadian kecelakaan proyek ini menambah daftar kecelakaan yang selumnya telah terjadi berturut turut di Indonesia. Sebagai pelaku jasa konstruksi dimana didalamnya terlibat kontraktor dan konsultan seharusnya prihatin dengan kejadian ini. Masing masing pihak yang bertanggung jawab dapat mengoreksi diri apakah semua prosedur sudah sesuai SOP. Segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan harus dijadikan yang nomor satu. Tol Becakayu yang dibangun oleh kontraktor berpengalaman dan mempunyai reputasi baik seperti PT. Waskita Karya masih mengalami hal ini, tentu menjadi pertanyaan banyak pihak. Kami menduga bahwa ini adalah kelalaian dari oknum petugas proyek yang tidak menjalankan SOP yang sudah digariskan oleh perusahaan sehingga mengakibatkan kecelakaan yang menimpa petugas proyek yang lain.

konsultaninfrastruktur5-300x180 Musibah Pembangunan Tol BecakayuMari kita bahas prosedur pengecoran yang sudah biasa diterapkan dilapangan adalah dimulai dimana kontraktor mengajukan surat ijin kerja pengecoran yang diserahkan kepada konsultan pengawas proyek paling lambat 1 hari sebelum pengecoran. Setelah konsultan pengawas (supervisi) menerima surat pengajuan tersebut akan segera melakukan inspeksi bersama sama dengan kontraktor untuk melakukan cek kesiapan daripada rencana pengecoran tersebut. Mulai dari pembesian sampai formwork harus sudah sesuai dengan rencana metode kerja dan shop drawing yang sudah disepakati dan sudah diajukan sebelumnya. Kekurangan yang terjadi harus diperbaiki dan konsultan pengawas (supervisi) tidak akan menanda tangani ijin kerja pengecoran sebelum kekurangan tersebut dibenahi. Pengecoran yang dilakukan tanpa ijin Konsultan pengawas adalah ilegal.

Keselamatan Kerja Harus Diutamakan

Tol Becakayu sebagai mega proyek sudah seharusnya dikerjakan dengan profesional ditinjau dari segi mutu juga pelaksanaan kerja. Kita semua sepakat bahwa keselamatn kerja harus selalu ditempatkan prioritas sehingga kecelakaan tidak akan terjadi lagi dimasa mendatang. Kerja lembur untuk mengejar waktu deadline proyek sudah biasa dilakukan tetapi memang perlu kejelian dari Supervisor. Supervisor harus selalu memperhatikan pelaksana Proyek dilapangan yang sudah kelelahan untuk diistirahatkan digantikan oleh pelaksana yang masih sehat. Karena kerja lembur perlu fisik yang prima. Tol becakayu terus dilanjutkan sementara kewajiban untuk mengusut sampai tuntas peristiwa ini jangan sampai tertunda. Karena semua peristiwa keberhasilan dan kegagalan sebagai pembelajaran dimasa mendatang.