Kecelakaan Konstruksi di Indonesia

Banyak terjadi kecelakaan konstruksi di Indonesia

konsultaninfrastruktur.com – Program Jokowi dengan mempercepat pembangunan Infrastruktur di Indonesia telah menimbulkan banyak kecelakaan. Program Jokowi dengan melakukan banyak pembangunan Infrastruktur di seluruh Indonesia diharapkan dapat mempermudah transportasi antara daerah yang muaranya adalah pertumbuhan ekonomi meningkat. Program Jokowi ini perlu didukung oleh masyarakat terutama pelaku jasa cetakan-cor-beton-proyek-tol-becakayu-ambruk-300x163 Kecelakaan Konstruksi di IndonesiaTujuh-pekerja-tol-becakayu-terluka-300x199 Kecelakaan Konstruksi di Indonesiakonstruksi yang terlibat langsung dalam progaram tersebut. Presiden Jokowi telah membuat program yang sangat bagus untuk Indonesia tetapi kenapa benyak terjadi kecelakaan, ada sebagian masyarakat menuding itu salah Jokowi. Tentu tidak bisa menyalahkan Presiden Jokowi karena beliau adalah yang menentukan kebijakan suatu program. Para pelaku jasa konstruksi harus berbenah diri untuk mengambil pelajaran dari kecelakaan yang terjadi

Penghentian Sementara Pembangunan Konstruksi Oleh Presiden Jokowi

Sudah sangat tepat Presiden Jokowi menghentikan sementara pekerjaan konstruksi. Para pelaku jasa konstruksi harus introspeksi kembali segala hal berkaitan dengan keselamatan kerja dan SOP yang ada. Kalau dilihat daftar kontraktor yang bekerja dalam pembangunan sebagian besar bukan kontraktor abal abal. Tetapi kontraktor yang mempunyai nama besar sudah banyak sukses menangani proyek proyek dalam sekala besar. Penghentian sementara pembangunan ini harus digunakan semaksimal mungkin karena waktu sangat penting bagi pelaku jasa konstruksi.

Usulan Untuk Menghindari terjadinya kecelakaan.

Banyak penyebab terjadi kecelakaan tetapi kalau ditilik dari kontraktor yang bekerja rata rata sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Tetapi perlu diamati beberapa hal yang sangat penting dan saling berkaitan yaitu:

  1. Volume Pekerjaan Besar sehingga kontraktor dan konsultan supervisi harus menurunkan banyak tenaga ahlinya  untuk nenangani semua proyek yang sedang berjalan. Sebagaimana di ketahui oleh para pelaku jasa konstruksi bahwa tenaga ahli di Indonesia sangat terbatas jumlahnya. Dengan demikian bisa jadi para pelaku yang menyebabkan terjadinya kecelakaan karena jam terbang personilnya masih kurang. Kondisi semacam ini bisa diatasi dengan uji kompetensi sehingga bisa diketahui dengan pasti. Untuk yang masih kurang kurang  perlu dilakukan pelatihan lagi sehingga kemampuan masing masing personil bisa lebih seragam. Pelatihan tentu memakan waktu sedangkan proyek harus jalan terus program Presiden kita Pak Jokowi tidak boleh gagal. Pelatihan dan pelaksanaan pekerjaan harus bisa berjalan paralel dimana para personil senior yang mempunyai kompetensi tinggi bisa lebih diberi wewenang lebih luas untuk mengotrol pekerjaan bagi para yuniornya sebelum para yunior ini bisa dilepas untuk mandiri.
  2. Waktu pelaksanaan konstruksi pendek menyebabkan para pelaku dilapangan terlalu lelah. Pekerjaan yang dilakukan siang malam perlu ada pengawasan khusus dan juga kesehatan yang prima sehingga tidak boleh ada celah untuk berbuat kasalahan. Para superviser harus benar benar menjalankan tugasnya dengan baik sehingga jangan mempekerjakan personil yang sakit atau sudah kelelahan di tempat yang strategis/vital.
  3. Pelaksanaan SOP tidak benar. Sebaik apapun SOP yang ada tetap akan menjadi buruk apabila tidak ada disiplin dan saling menyadari pentingnya SOP bagi keselamatan kerja dan juga  kwalitas pekerjaan yang akan dihasilkan. Konsultan supervisi harus khusus mengawasi SOP ini perlu diperketat sehingga cek list yang ada jangan sampai terlewat. Bila ada kekurangan jangan segan segan untuk tidak menanda tangani ijin kerja  sampai kontraktor melengkapinya.

Mari kita sukseskan program Presiden Jokowi semoga kedepannya tidak ada kecelakaan lagi amin.