Pengikisan Permukaan Rigid Pavement

konsultaninfrastruktur.com – Banyak jalan rigid pavement yang mengalami kerusakan permukaan berupa pengikisan dari roda kendaraan terhadap perkerasan rigid. Permukaan rigid pavement yang mengalami keruasakan seperti ini terlihat permukaan sangat kasar dan ketebalan perkerasan semakin lama semakin berkurang. Pada kasus yang lebih parah besi perkerasan mucul kepermukaan.

Pada video diatas terlihat permukaan jalan rigid pavement suadah mengalami kerusakan amat serius. Besi dari perkersan sudah muncul kepermukaan. Pada saat ini belum terlihat perkerasan ini pecah,bisa juga disebabkan karena mayoritas lalu linta di jalur ini adalah sepeda motor. Dengan terkikisnya perkerasan maka ketebalannya berkurang yang tentunya kapasitas daya dukung dari pavement menurun. Sehingga  sangat rawan apabila ada kendaraan berat lewat di jalur ini akan mempercepat kerusakan jalan.

Besi betong yang sudah terbuka dan beberapa diantaranya sudah mulai terangkat sangat riskan dapat membahayakan pengemudi kendaraan terutama sepeda motor yang melalui jalan tersebut. Oleh karena itu harus segera diambil tindakan perbaikan secepat mungkin untuk menanggulangi kejadian yang tidak diinginkan. Perbaikan sebaiknya dilakukan pembongkaran pada segmen jalan yang mengalami pengikisan. Pembongkaran dilakukan untuk melihat apakah kondisi basecourse dan subgrade masih cukup baik. Apabila masih dalam kondisi baik maka dapat dilakukan pengecoran ulang untuk rigid pavementnya. Tetapi apabila base course  rusak maka perlu diperbaiki dulu sebelum dilakukan pengecoran ulang. Demikian juga kondisi subgrade perlu juga di cek kondisinya dan tentu perbaikan dilakukan bila ditemukan kerusakan dibagian ini.

Pekerjaan pengecoran ulang perlu memperhatikan kwalitas mutu beton sehingga kejadian seperti sebelumnya tidak terulang lagi. Pekerjaan pengecoran perlu ada pengawasan ektra ketat karena merupakan pekerjaan yang sangat penting. Kegagalan dalam pengecoran berakibat sangat fatal terhadap umur jalan itu sendiri.  Sebaiknya ada konsultan pengawas yang akan melakukan pengawasan terhadap bahan dan metode konstruksi yang diterapkan oleh kontraktor. Konsultan berhak menyetop pekerjaan apabila ditemukan atau terindikasi adanya penyimpangan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Oleh karena itu sebelum pelaksanaan maka perlu dipersiapkan metode pelaksanaan yang akan diterapkan sehingga dapat dihasilkan mutu pekerjaan yang terjamin.